Cathar (Catatan Harian)

HOME ALONE Part 1

home alon - khoirur rohmah - rurohma
Sumber : Pixabay.com

Bismillahirrohmaanirrohim…

Halo teman-teman… lama tak jumpa nih ya, hehehe… entah akhir-akhir ini masih belum bisa move on dari penyakit males. Padahal setiap harinya emang kebetulan aku kerja di depan Komputer. Tapi sayangnya, kembali dijangkiti virus yang sangat merugikan tersebut. Hehehe… jadinya, baik di blog utamaku, maupun di blog peliharannku lainnya tak terurus. Karena pemiliknya belum bisa konsisten nulisnya. Weh…

Sebenarnya setiap kali ada ide yang muncul pingennya segera dipost begitu berada di rumah atau kebetulan sudah stay di depan komputer tempat kerja. Namun kemudian, ada saja kegiatan yang mampu membuatku sirna atau urung untuk menyalurkan tulisan tentang pemikiranku tersebut.

Tapi Alhamdulillah, saya bisa sedikit demi sedikit bangkit, lah dari kenestapaan yang sudah kubuat sendiri ini. Kalau terus-terusan seperti ini pasti sangat merugikanku begitu juga blogku. Atau juga mai felasku. Eciehh… 😛

Back to the main topic ya gaes… hehehe

Hari ini, tepatnya pada tanggal 21 Juli 2016, aku ditinggal Nyakku *ibu red, ke Bali – rumahnya kakak lelakiku – untuk beberapa hari. Bisa seminggu, dua minggu, tiga minggu, empat minggu, atau satu bulan. Ehh… 4 minggu = 1 bulan 😛

Syedih sih, habisnya pasti bakalan sepi rumah nantinya. Yang biasanya ada kecoh 2 orang di rumah, hanya ada seorang aja. Ditemani suara meong dari kucing-kucing yang tak pernah kuakui serta ayam ternak milik Nyak dan keponakanku. Paling parah lagi, nanti itu malam Jum’at gaes, semoga aja nggak pemadaman aja, biar rasa horror nya nggak terlalu parah gitu, hehehe…

Kejadian ketika ditinggal Ma’e bepergian ke rumah kakak yang berada di seberang pulau atau kota, sudah terjadi selama 2 kali ini sih yang jaraknya cukup jauh. Yang pertama kali, ketika beliau pergi ke Trenggalek, dan yang kedua ini ke Bali untuk menjenguk kelahiran cucu dari kakak lelakiku.

Pasti bakalan rindu banget ocehannya Ma’e, marahannya Ma’e ketika aku nggak segera bangun pagi, atau masih liatin hape ketika menjelang pagi tiba. Huehe…. Mellow banget nih ceritanya, gaes…

Tapi, Home Alone yang sangat aku takutin itu kalau kebetulan tengah malam ada yang ketuk-ketuk pintu atau aku yang kebelet buat hajat kecil maupun hajat besar. Beh… soalnya dulu aku punya pengalaman nih gaes, tapi ini pas aku dan Ma’e di rumah. Kira-kira tengah malam itu jam 2 sampai 3 dini hari, pintu depan rumah, samping kamarku itu ada yang dorong-dorong sampe beberapa kali. Begitu aku keluarin suara semacam dehem gitu, taka da dorongan lagi yang muncul dari balik pintu.

Meski demikian, jeda beberapa menit lagi, ada suara dari balik pintu lagi. Beh… ini super horror loh gaes, pasalnya pas pagi hari Ma’e kutanyakan apa dengar ada suara yang dorong-dorong pintu, beliau nggak denger sama sekali. Ya Allah… terus siapa lagi dah yang berniat menakut-nakuti aku itu yah… huehee… untungnya bukan malam Jum’at itu. Kalau nggak salah sih malam Selasa.

Hal itu yang membuatku sedikit parno. Walaupun di belakang rumah masih ada rumah kakak perempuanku, aku kan juga nggak enak sendiri kalau terus-terusan nginep di rumahnya. Paling nggak sekali dua kali tiga kali begitulah. Hehehe

Semoga saja Home Alone pertamanya aku ini bisa berjalan dengan baik hingga seterusnya selama Mae berada di Bali. Amiinn….

Mungkin hanya sekedar itu saja ya gaes, sedikit curhatanku hehe… yang pasti, apapun yang terjadi nantinya, kuhanya titipkan yang terbaik kepada-Nya. Tetap baca bismillah dan sholawat sebanyak mungkin selama berada di rumah, dan keep positif thingking. Hehehe…

Oh iya, masih dalam suasana bulan Syawal 1437 H ya gaes… kalau mungkin aku ada salah kata maupun semacamnya, mohon maaf lahir dan bathin ya…

See you gaes…

Terima kasih sudah berkunjung, dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya ^_^

Wringintelu, 21 Juli 2016

Khoirur Rohmah,

Advertisements

15 thoughts on “HOME ALONE Part 1

  1. wah. kalo aku suka pura-pura tidur aja kalo ada yang mencurigakan gitu. yang penting pintu dah dikunci rapat aja sebelumnya. horor banget kan. Mending setan yang datang bisa diusir pake ayat kursi, nah, kalau yang datang penjahat itu yang seram.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s